.Bismillah

.Bismillah

Rabu, 18 September 2013

Seruan bagi Mu’minah: Jangan Ikuti Adat Kaum Kafir

Seharusnya wanita-wanita kita kecil maupun besar tidak mengikuti ajaran kaum kafir. Janganlah mengikuti mereka dalam segala sesuatu. Baik cara berpakaian, adat perkawinan, di dalam rumah serta cara keluar rumah.

Siapakah yang kalian ikuti?! Wahai putri-putri dan wanita mu’minat, siapakah yang kalian ikuti dan jadikan contoh?! Kalian mengikuti orang kafir, Yahudi, Nasrani, para pelacur, wanita yang dilaknat Allah, wanita yang jauh dari jalan Allah!

Bagaimana kalian bisa sampai terjerumus, wahai mu’minah! Dan siapa yang menjerumuskan kalian?! Wahai mu’minah, wahai muslimah, siapakah yang kalian ikuti?! Wahai mu’minah, wahai muslimah, siapakah yang kalian ikuti??? Siapakah yang telah kalian contoh dan jalan siapa yang telah kalian ikuti?! Dengan siapa kalian telah menukar teladan kalian?! Kalian telah menukar Sayyidah Ahlil Jannah dengan kaum kafir! Kalian telah menukar Sayyidah Khadijah yang memperoleh salam dari Allah, dengan kaum yang dilaknat Allah SWT.

Apakah yang telah menimpa kita?! Berpikirlah secara benar dan serius. Perkara ini bukanlah sebuah lelucon, mainan, atau gurauan. Ini perkara agama yang berkaitan dengan akhirat kita! Juga berkaitan dengan keadaan menjelang maut, di dalam kubur, di barzah dan hari kebangkitan.
Perkara agama ini juga tergantung pada amal perbuatan kalian dalam kehidupan, adat, perkataan dan sikap kalian.

Siapa suri tauladan kita?? Siapa suri tauladan kita?? Siapa suri tauladan kita?? Kita telah menukar dan meninggalkan suri tauladan Al-Batul, salah satu bagian dari Rasulullah yaitu Sayyidah Nisa’ Ahlil Jannah dalam adat dan kehidupan beliau. Dengan siapa?! Dengan siapa?! Ya mu’minah, ya mu’minah…!! Lalu bagaimana? Apa yang terbetik di benak kita?

Sesungguhnya hal yang memalukan dan aib bagi muslimah dan mu’minah untuk tidak memperdulikan siroh (sejarah) Sayyidah Fatimah az-Zahra, akhlak dan adat kebiasaan beliau! Sedangkan kita mencontoh lainnya! Terutama untuk dzurriyat Rasulullah SAW. Bahkan melupakan siroh, akhlak, tata cara mu’amalah, dan amal perbuatan beliau lalu mengikuti para pelacur dan kaum kafir.. !

Ya mu’minah, bagaimanakah kehidupan kita? Tahun demi tahun berlalu dan sekarang kita memasuki tahun Baru Hijriah. Sampai kapan kita dalam kelalaian ini? Kita telah menukar ulama dan pembesar dengan kaum kafir, para pelacur, dan orang yang jauh dari Allah SWT.

Ya mu’minah, pesta perkawinan dilaksanakan dengan adat kaum kafir. Mereka saling membanggakan dengan mengadakan pesta perkawinan di gedung-gedung. Perkawinan semacam itu adalah sesuatu yang buruk, menyimpang dari syariat, menimbulkan bala’ (kerusakan), dan tidak ada barokahnya bagi kedua mempelai dan keluarga mereka.

Jika mereka tetap menyelenggarakan perkawinan yang mewah untuk saling berbangga diri yang didalamnya terdapat tari-tarian dan musik, maka mereka akan mendapatkan kesusahan di dunia dan akhirat. Dan katakan kepada mereka, Setelah penjelasan ini maka tidak ada udzur untuk tetap menjalaninya wahai mu’minah.!

Indonesia dahulu terang bercahaya dengan adanya kaum sholihin dan orang yang bertakwa. Mereka datang dari negara-negara yang baik. Tanpa adanya mereka, kondisi Indonesia tak sebaik sekarang dan kita tak akan dapat berjalan-jalan seaman sekarang.

Anugerah ini didapatkan bukanlah dengan mengikuti adat Yahudi dan Nasrani, kelalaian kepada agama Allah SWT atau memberati diri untuk mencari sesuatu yang fana. Namun karena berkah orang sholeh dan usaha orang-orang yang shiddiq.

Keadaan Indonesia yang baik ini adalah anugerah yang besar dari Allah SWT karena berkatnya mereka. Ini adalah sesuatu yang membanggakan. Marilah kita kembali ke jalan mereka, mengikuti ajaran serta akhlak mereka dan meninggalkan susupan syetan dan para pembantunya.

Kita tak boleh bangga dengan tari-tarian, pakaian yang ketat menampakkan bentuk tubuh, dan penyelenggarakan perkawinan di gedung-gedung. Apakah kalian tidak tahu pesta perkawinan Sayyidah Fatimah Zahra di gedung apa? Menggunakan tata cara siapa?.

Siroh Sayyidah Fatimah Zahra telah terhapus di benak kalian. Apakah kalian melihat diri kalian lebih agung dari beliau?! Apa saja yang dipersiapkan Rasulullah SAW untuk perkawinan putri beliau?.

Dengan cara begitu, apakah turun derajat Sayyidah Fatimah?! Di akhirat nanti seluruh wanita, sejak awal penciptaan hingga akhir, akan menundukkan kepalanya karena beliau akan melewati jalan cahaya. Ketika di padang mahsyar, akan terdengar suara dari Arsy Allah, Tundukkan kepala kalian dan pejamkan mata karena Fatimah binti Muhammad SAW akan melewati shiroth.

Apakah kalian tidak ingin berada di belakang beliau, lewat di Shiroth bersama beliau dan mengikuti beliau ?!.

Kalian telah menukar beliau dengan lainnya. Ketika Rasulullah SAW ditanya, Apa yang terbaik bagi wanita? Sayyidah Fatimah menjawab, Yang paling baik bagi wanita adalah tidak melihat dan tidak dilihat oleh laki-laki. Kemudian Rasulullah SAW mencium kening Sayyidah Fatimah dan berdoa, Semoga Allah SWT memberkati anak keturunannya.

Ya mu’minah ingatlah, karena suatu peringatan itu bermanfaat. Jauhilah adat-adat yang fana tersebut dan jangan memaksakan diri sampai-sampai berhutang. Seperti di dalam hadits Rasulullah SAW , Barang siapa yang memakai pakaian untuk dipamerkan maka di akhirat nanti akan dihinakan oleh Allah SWT.
Janganlah berbangga dengan pakaian sutra dan emas. Sesungguhnya orang kafir diberi Allah SWT kenikmatan dunia, namun itu adalah kenikmatan yang fana. Mengikuti Fatimah Al-Batul Az-Zahra lebih mulia.






Qasidah Sayyidina Hassan bin Tsabit Al Anshariy RA

Setiap kalimat melukiskan betapa cintanya beliau pada Rasulullah SAW


Oleh Tim Hadroh Majelis Rasulullah SAW





Selasa, 17 September 2013

Selamat Jalan Guruku

Pesan Beliau…‘’Salam rinduku untuk kalian semua jamaah Majelis Rasulullah SAW.Kelak jika terjadi sesuatu padaku maka teruskan perjuanganku.Ampuni kesalahanku.Kita akan jumpa kelak dengan perjumpaan yang abadi. Aamiin''




Bismillahirrahmanirrahim

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh



Innalillahi wa inna Ilaihi Roji’un.
Allahumma ajirniy fii mushiibaty, wa akhlif liy khairan Minhaa.


Sesungguhnya kita milik Allah dan kepada-Nya kita kembali.
Wahai Allah Berilah aku pahala dari kehilanganku ini dan gantikan aku dg yg lebih baik darinya.




Telah Meninggal Dunia, Guru Kita,
Al Habib Munzir Al Musawa, 


Minggu, 15 September 2013


Almarhum dimakamkan di Komplek Makam Hb.Kuncung Kalibata




Allahummaghfirlahu warhamhu wa 'afihi wa'fu 'anhu
Allahumma Laa Tahrimna Ajrahu wa laa taftinnaa ba’dahu waghfirlana wa lahu
Allahumma Sholli 'Ala Sayyidina Muhammad Wa 'Ala Alih Wa Shohbih
Walhamdulillahirobbil 'alamin



Terima Kasih atas segala ilmu yang kau berikan, akhlak yang kau ajarkan, cinta yang kau tebarkan.
Terima Kasih kau telah mengenalkan kami kepada Rasulullah, Muhammad SAW.
Terima Kasih kau telah ajak kami berdzikir, kau ajak kami meneteskan air mata, bertaubat kepada Allah SWT.
Terima Kasih kau telah kobarkan semangat dalam diri kami, untuk terus membenahi akhlak kami, dan orang-orang sekitar kami.
Sungguh jasamu tak akan terbalaskan.

Insya Allah, Kami akan teruskan perjuanganmu
Insya Allah, Dakwah akan terus berjalan
Insya Allah, Kami akan membuatmu tersenyum bahagia
Insya Allah, Kami akan wujudkan cita-citamu
Insya Allah, Jakarta akan menjadi kota Sayyidina Muhammad SAW
Insya Allah, Kita akan berjumpa kembali dalam perjumpaan abadi, bersama dengan Rasulullah SAW.

Sampaikan salam rindu dan cinta kami kepada Rasulullah SAW.




www.majelisrasulullah.org