.Bismillah

.Bismillah

Rabu, 24 Desember 2014

Kullu Syai’ Lahu Khoyr, Semua Pasti Ada Kebaikan Didalamnya

Diceritakan ada seorang raja yang suka berburu dan dia biasa berburu bersama temannya yang mana temannya ini orang yang selalu husnuddzon atau berbaik sangka. Segala hal apa pun yang terjadi dia selalu bilang “kullu syai’ lahu khoyr” semua pasti ada kebaikan di dalam nya.
Kemudian suatu hari mereka berdua berburu ke hutan seperti biasa. Kemudian sang raja melihat binatang buruan lalu raja mau menembaknya, setelah di bidik dan di tembak, tiba-tiba jari telunjuk raja terpotong depannya akibat tembakan tersebut. Si teman yang baik hati pun berkata, “Tidak apa-apa semua pasti baik semua pasti ada hikmahnya.”
Setelah mendengar kata-kata itu sang raja pun langsung marah-marah dan teriak, “Apanya yang baik jariku telah terpotong!”
Lalu karena marahnya sang raja pun memenjarakan si teman yang baik tersebut…
Raja pun melaksanakan aktivitas kesehariannya dan si teman meringkuk di dalam penjara. Sampai beberapa bulan telah berlalu, raja pun berburu lagi tapi tidak di sertai teman,Raja pun masuk ke tengah hutan untuk berburu dan sesampainya di sana tiba-tiba raja bertemu dengan kelompok kanibal.
Maka disergaplah sang raja dan di tangkap untuk di santap. Para kanibal menyiapkan bahan-bahan dan rempah-rempah untuk membuat sup raja, sup manusia. Setelah semua sudah siap mereka pun berdoa agar tidak keracunan makanan karena meraka itu juga takut dengan racun.
Di antara adat mereka tidak mau memakan makanan yang tidak sempurna. sebelum makan mereka memeriksa terlebih dahulu dari ujung rambut sampai ujung kaki. Tiba-tiba mereka terkejut ternyata manusia yang mau di makan ini tidak sempurna karena ada bagian tubuhnya yang hilang, yaitu ujung jari telunjuk yang terpotong.
Lalu merekapun mengurungkan niat untuk memakannya. Mereka melepaskan sang raja yang diburu, dan sang raja bersyukur kepada Allah dan berkata, “Alhamdulillah, puji sang raja, berkat jari yg potong ini badanku tidak di potong-potong dan di makan..
Lalu raja pun tersadar akan kata-kata temannya, “KULLU SYAI’ LAHU KHOYR” semuanya pasti ad kebaikan didalam takdir allah dan mengandung hikmah.
Sang raja pun bergegas langsung menuju penjara untuk minta maaf dan berterima kasih kepada temannya. Sampai di penjara raja pun bertemu temannya lalu minta maaf dan bersyukur, kemudian si teman pun jadi heran dan bingung bertanya kepada sang raja, “Ada apa dengan mu wahai raja, pulang dari berburu langsung menemuiku dan melepaskanku juga meminta maaf kepada ku?”
Kemudian raja pun menceritakn kisah perburuannya kemudian temannya pun berkata: “Wahai raja sesungguhnya saya di dalam penjara pun ada baiknya karena seandainya waktu dulu raja tidak marah memenjarakan saya, kita pasti akan berburu bersama kemudian tertangkap maka saya lah yang akan di makan karena badan saya masih utuh. Jadi saya juga berterima kasih karena raja telah memenjarakan saya.”
Iapun tersenyum dan berkata :

“KULLU SYAI’ LAHU KHOYR”
Inilah sedikit kisah mudah-mudahan ada hikmahnya. Dan ingatlah wahai kawan berbaik sangkalah sebab dengan berbaik sangka tidak ada ruginya.
Terutamah berbaik sangka pada Allah karena semua pasti ada hikmanya yang tersembunyi..
Mari kita biasakan ketika terjadi sesuatu :
“KULLU SYAI’ LAHU KHOYR”
Mudah mudahan kita di beri hidayah sehingga bisa bersifat husnudhon….
Amieeeen…….
Amieeeen…….


Tidak ada komentar:

Posting Komentar